Mentan Tahan Jagung Impor di Pelabuhan, Ini Alasannya

Mentan Tahan Jagung Impor di Pelabuhan, Ini Alasannya
27 January, 2016

Jakarta - Produsen pakan ternak mengeluhkan lonjakan harga jagung yang di beberapa daerah menembus harga Rp 6.500/kg. Kondisi ini terjadi akibat panen jagung yang terlambat, serta masih ditahannya jagung impor di gudang dan pelabuhan oleh Kementerian Pertanian (Kementerian Pertanian).

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menegaskan tetap menahan jagung impor. Langkah ini dilakukan agar harga jagung di tingkat petani tidak kembali merosot.

"Agak pahit untuk angkat petani kita. Kalau ini (jagung impor) masuk penuhi pasar, ini bisa membuat harga di petani turun, karena mereka (importir) ini bisa atur keadaan," kata Amran saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (25/1/2016).

Jagung impor dilarang keluar dari gudang dan pelabuhan agar harga jagung lokal tidak kembali jatuh ke harga Rp 1.500/kg. Kementan berusaha menjaga harga jagung di atas Rp 3.000/kg.

"Kami ngotot karena di Februari 2015 harga jagung Rp 1.500/kg. Tapi petani hanya bisa pasrah di lapangan, nggak bisa akses, kami yang diteriaki petani. Kami tahan, kami kontrol 500.000 ton (jagung impor)," katanya.

Amran mengakui, kebijakannya tersebut dikeluhkan peternak ayam karena harga pakan ayam yang ikut melambung.

"Kami tunggu harga yang wajar, makanya kami bertahan. Ini memang ada keluhan dari peternak," pungkasnya.

 

Sumber: http://finance.detik.com/read/2016/01/25/185053/3126763/4/mentan-tahan-jagung-impor-di-pelabuhan-ini-alasannya

Artikel Terbaru

Pemerintah Bangun Jalan Akses Truk ke Pelabuhan di Palembang

04 February, 2017:

Jakarta - 

RI Negara Kepulauan, Tapi Transportasi Masih Andalkan Darat

29 December, 2016:

 

Bitung disiapkan jadi sentra dagang Asia-Pasifik

25 February, 2016:

 

Sudah Ada Kapal Angkut Sapi, Ternyata Pasokan Belum Lancar

27 January, 2016:

Jakarta -Harga daging sapi di Jakarta hingga kini belum juga beranjak turun. Padahal, pemerintah sudah…